Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Diposting pada

Apa itu Tekanan Darah Tinggi?

Tekanan darah tinggi adalah ketika tekanan diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh terlalu tinggi secara konsisten. Kondisi ini jika terus dibiarkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit stroke dan jantung.

Pembacaan tekanan darah terdiri dari dua angka. Misal, cara membaca tekanan darah 130/80 adalah 130 tekanan sistolik dan 90 tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan dalam pembuluh darah saat jantung berkontraksi atau berdetak. Tekanan diastolik adalah tekanan di pembuluh darah saat jantung beristirahat, di antara detak.

Penyebab

Ada dua jenis utama tekanan darah tinggi, masing-masing memiliki penyebab yang berbeda,

Hipertensi primer atau esensial

Ini adalah jenis tekanan darah tinggi yang paling umum dan berkembang dari waktu ke waktu. Penyebab hipertensi primer adalah faktor genetika, bertambah usia, gaya hidup tidak sehat, diet tinggi natrium, menderita diabetes dan sindrom metabolik lain.

Hipertensi sekunder

Ini adalah jenis tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu. Hipertensi sekunder biasanya terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer.

Gejala

Penyakit darah tinggi sering kali tanpa menimbulkan gejala. Orang yang menderita bisa tanpa menyadarinya bahkan hingga bertahun-tahun. Pemeriksaan darah rutin merupakan jalan terbaik untuk mengetahui tekanan darah anda. Namun, jika gejala muncul, berikut yang biasanya dirasakan penderita,

  • sakit kepala pagi hari
  • mimisan
  • irama jantung tidak teratur
  • perubahan penglihatan
  • telinga berdengung.

Jika tekanan darah sudah terlalu tinggi bisa disertai gejala berikut,

  • kelelahan
  • mual
  • muntah
  • kebingungan
  • kecemasan
  • nyeri dada
  • tremor otot.

Diagnosa

Anda bisa mengukur tekanan darah di layanan kesehatan terdekat. Hasil akan dibacakan langsung setelah proses pengukuran. Angka pertama adalah tekanan sistolik, dan angka kedua adalah tekanan diastolik.

Untuk memahami hasil pengukuran, berikut adalah kategori hasil pengukuran tekanan darah (dalam mmHg):

  • Rendah sistolik <85 atau diastolik <55
  • Normal sistolik <120 dan diastolik <80
  • Prehipertensi  sistolik 120-139 atau diastolik 80-89
  • Hipertensi Tahap 1 sistolik 140-159 atau 90-99
  • Hipertensi Tahap 2 sistolik >=160 atau >=100
  • Krisis hipertensi >180 atau >110

Pengobatan

Jika tekanan darah anda masih dalam level prehipertensi, anda mungkin tidak perlu mengkonsumsi obat. Cukup dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu mengontrol tekanan darah anda. Berikut adalah beberapa hal yang disarankan yang paling umum:

  • Diet sehat dengan menekankan buah-buahan, sayuran, bijian utuh, dan protein tanpa lemak
  • Batasi asupan natrium
  • Rutin berolahraga
  • Jika anda menderita obesitas, turunkan berat badan hingga ideal
  • Manajemen stres
  • Kurangi atau berhenti merokok dan minum minuman beralkohol

Jika tekanan darah anda masuk pada level hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk anda. Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk menangani hipertensi adalah:

  • Antagonis kalsium, seperti amlodipine dan nifedipine
  • Penghambat Beta, seperti atenolol dan bisoprolol
  • ACE inhibitor, seperti captopril dan ramipril
  • Diuretik hemat kalium, seperti spironolactone
  • Diuretik, seperti hydrochlorothiazide
  • Angiotensin-2 receptor blocker (ARB), seperti losartan dan valsartan
  • Penghambat renin, seperti aliskiren
  • Vasodilator, seperti minoxidil

Sementara, jika tekanan masuk pada level krisis, dokter mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani perawatan. Kondisi tekanan darah yang jauh dari ambang batas normal ini disebut hipertensi maligna. Jika tidak segera ditangani, hipertensi maligna dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh,  seperti otak, ginjal, jantung, mata, dan paru-paru bahkan dapat berujung kematian.

sumber : heart.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.